Ojol Menangis Motor Diangkut Dishub, Rano Karno Turun Tangan Hingga Petugas Minta Maaf

oleh -2 Dilihat
Ojol Menangis Motor Diangkut Dishub, Rano Karno Turun Tangan Hingga Petugas Minta Maaf

KabarDermayu.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) menangis histeris saat motornya diangkut oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi viral di media sosial.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Jakarta Timur ini sontak menarik perhatian publik dan memicu berbagai reaksi. Akibatnya, kejadian ini pun sampai mendapat tanggapan dari pihak Dishub Jakarta Timur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat dengan jelas bagaimana pengemudi ojol tersebut berusaha keras memohon keringanan kepada petugas Dishub. Ia tampak panik dan berusaha agar motor kesayangannya tidak jadi diangkut menggunakan kendaraan operasional Dishub.

Bahkan, dalam kepanikannya, pengemudi tersebut terlihat sampai memanjat ke atas kendaraan petugas. Hal ini dilakukannya karena ia sangat khawatir akan kehilangan alat utamanya untuk mencari nafkah sehari-hari.

Kejadian ini sendiri berlangsung saat petugas Dishub menggelar operasi gabungan untuk menertibkan parkir liar pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Berdasarkan narasi yang menyertai video viral tersebut, pengemudi ojol itu diduga sedang dalam proses mengambil pesanan makanan ketika motornya ditertibkan oleh petugas.

Video Pengemudi Ojol Jadi Sorotan Publik

Momen dramatis saat pengemudi ojol memohon kepada petugas Dishub tersebut dengan cepat menjadi sorotan warganet. Banyak dari mereka yang merasa prihatin dan menyoroti betapa besar kekhawatiran pengemudi tersebut.

Mereka memahami bahwa kendaraan tersebut adalah aset penting yang digunakan sehari-hari untuk menopang kehidupan sang pengemudi.

Meskipun begitu, petugas Dishub tetap melanjutkan proses penindakan. Keputusan ini diambil karena motor tersebut dinilai telah melanggar aturan parkir yang berlaku. Motor yang bersangkutan diketahui diparkir di atas trotoar.

Oleh karena itu, tindakan parkir tersebut dianggap mengganggu fungsi trotoar sebagai fasilitas publik dan berpotensi besar menghambat kelancaran lalu lintas bagi pejalan kaki.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menjelaskan bahwa penindakan yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 mengenai Transportasi.

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas tidak hanya melakukan penderekan kendaraan roda empat. Mereka juga melakukan berbagai bentuk penindakan lain, seperti menggunakan angkut jaring untuk kendaraan roda dua, hingga operasi cabut pentil untuk kendaraan yang kedapatan melanggar aturan parkir.

“Pada kegiatan tersebut, petugas menindak lima sepeda motor yang parkir di atas trotoar dengan tindakan angkut jaring,” ujar Harlem Simanjuntak.

Dishub Jelaskan Alasan Motor Tetap Diangkut

Menurut keterangan Harlem Simanjuntak, pengemudi ojol yang videonya viral tersebut baru datang ketika proses pengangkutan kendaraannya sudah hampir selesai. Motornya sudah berada di atas kendaraan angkut milik Dishub.

Karena proses pemuatan kendaraan sedang berlangsung, petugas memutuskan untuk tetap melanjutkan penertiban. Pertimbangan utamanya adalah demi menjaga keselamatan proses pengangkutan itu sendiri.

Petugas juga ingin menghindari potensi risiko yang bisa menimpa petugas maupun pengguna jalan lain yang berada di sekitar lokasi.

“Untuk menjaga keselamatan proses pengangkutan serta menghindari risiko terhadap petugas maupun pengguna jalan lainnya, pemilik kendaraan kemudian diarahkan untuk mengambil kendaraannya di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur,” jelas Harlem.

Ia menegaskan bahwa petugas telah berupaya memberikan penjelasan yang memadai kepada pengemudi tersebut mengenai alasan penindakan yang dilakukan. Pihak Dishub juga menyatakan memahami bahwa kendaraan roda dua tersebut merupakan sarana utama yang digunakan oleh pengemudi ojol untuk bekerja.

“Kami memahami kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Dishub Sampaikan Permintaan Maaf

Akibat ramainya perbincangan dan kegaduhan yang timbul di media sosial, Sudinhub Jakarta Timur akhirnya melakukan evaluasi internal. Harlem Simanjuntak secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas tindakan petugas yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan bahwa ke depannya, Dishub akan berupaya meningkatkan pendekatan yang lebih humanis dan persuasif dalam setiap pelaksanaan penertiban yang dilakukan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh petugas dalam pelaksanaan penertiban tersebut. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan lebih humanis, persuasif, serta tetap mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Harlem.

Tidak hanya berhenti pada penyampaian klarifikasi dan permintaan maaf, jajaran Sudinhub Jakarta Timur juga mengambil langkah proaktif. Mereka mendatangi langsung rumah pengemudi ojol yang bersangkutan pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya sekaligus meluruskan berbagai informasi simpang siur yang telah berkembang di media sosial.

Pengemudi Ojol Akui Melanggar Aturan Parkir

Dalam pertemuan yang dilakukan di kediaman pengemudi ojol tersebut, Sulis Agung Wibowo, sang pengemudi, akhirnya mengakui kesalahannya. Ia membenarkan bahwa saat itu dirinya memang memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak semestinya.

Hal ini dilakukannya ketika ia sedang dalam proses mengambil pesanan makanan. Sulis juga membantah adanya anggapan bahwa motornya ditahan oleh petugas Dishub dalam waktu yang lama.

Menurut pengakuannya, setelah mengikuti seluruh prosedur administrasi yang berlaku di Kantor Sudinhub Jakarta Timur, kendaraannya langsung dikembalikan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada biaya yang dikenakan untuk pengambilan motor tersebut.

“Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke kantor Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi,” tutur Sulis.

Rano Karno Soroti Kasus yang Viral di Media Sosial

Kasus yang melibatkan pengemudi ojol dan petugas Dishub ini juga menarik perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat begitu kasus ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.

Menurut Rano Karno, langkah cepat yang diambil oleh Sudinhub Jakarta Timur dengan mendatangi langsung rumah pengemudi ojol menunjukkan respons positif pemerintah terhadap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Suku Dinas Perhubungan sudah mendatangi kediamannya. Artinya, kami bergerak cepat,” kata Rano Karno.

Rano mengungkapkan bahwa pemerintah daerah senantiasa memantau berbagai isu dan persoalan yang berkembang di media sosial. Hal ini termasuk kasus-kasus viral yang menyangkut kepentingan dan keluhan masyarakat.

“Kami semua juga memantau informasi perkembangan melalui Instagram. Hal itu menjadi salah satu acuan kami,” ujarnya.

Meskipun demikian, Rano Karno menekankan bahwa setiap persoalan membutuhkan proses penyelesaian yang tidak selalu bisa dilakukan secara instan. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan respons yang cepat terhadap setiap keluhan masyarakat yang muncul ke ruang publik.

“Kami sangat merespons dengan cepat apabila ada hal yang bisa segera kami lakukan. Namun, meskipun respons kami cepat, proses perbaikan tentu memerlukan waktu. Itu adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri,” tuturnya.