KabarDermayu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita 33 unit kendaraan sebagai bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan. Operasi ini turut melibatkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.
Kendaraan yang berhasil disita terdiri dari tujuh unit mobil, lima belas unit motor, dan sebelas unit sepeda. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Jakarta pada Rabu.
Saat ini, KPK masih dalam tahap pemeriksaan mendalam untuk merinci kepemilikan dari setiap kendaraan yang disita. Informasi detail mengenai pemiliknya belum dapat diungkapkan ke publik.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. Ia menyatakan bahwa OTT tersebut memang benar terjadi.
KPK mencatat bahwa operasi ini merupakan OTT kesebelas yang mereka lakukan pada tahun 2026 di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat. Operasi tersebut telah berlangsung sejak Selasa malam, 2 Juni, dan berhasil mengamankan belasan orang, termasuk Ronald Arman Abdullah.
Tim KPK dilaporkan masih bergerak di lapangan pada Rabu, dengan cakupan operasi yang meluas hingga ke Bali dan Jawa Barat. Selain berbagai jenis kendaraan, KPK juga berhasil menyita barang bukti lain yang signifikan.
Barang bukti tersebut mencakup uang tunai dalam mata uang asing, seperti Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura. Turut disita pula logam mulia sebagai bagian dari hasil operasi.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa kasus ini diduga kuat berkaitan dengan praktik pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing. Fokusnya adalah pada penerbitan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
Lebih lanjut, pada Rabu petang, Budi Prasetyo juga menginformasikan bahwa KPK tengah melakukan pencarian terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Pencarian ini dilakukan terkait dengan rangkaian operasi yang sedang berjalan.





