KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengemukakan pandangannya mengenai minimnya jumlah pelamar dalam bursa kerja (job fair) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut beliau, hal ini menandakan bahwa semakin banyak warga Jakarta yang telah berhasil mendapatkan pekerjaan.
Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. Ia menilai sepinya peminat job fair sebagai indikasi positif terhadap kondisi ketenagakerjaan di ibu kota.
Meskipun demikian, Pramono Anung menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan tetap melanjutkan penyelenggaraan bursa kerja. Beliau berkeyakinan bahwa kegiatan ini masih memegang peranan penting dalam menjembatani antara para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya job fair, terutama bagi para pencari kerja yang memiliki status penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi wadah krusial untuk membuka peluang bagi mereka.
“Job Fair itu tetap kami selenggarakan, baik itu yang bersifat umum maupun secara khusus untuk disabilitas. Jadi tetap kita adakan karena saya yakin para pencari kerja di Jakarta ini juga cukup tinggi,” ujar Pramono Anung.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menggelar Jakarta Job Fair pada tanggal 4 hingga 5 Juni 2026. Acara ini bertempat di Gelanggang Jakarta Pusat (GOR Senen) dan menawarkan ribuan lowongan pekerjaan dari 37 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor industri.
Bursa kerja ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dan bersifat terbuka untuk seluruh masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Sektor-sektor yang paling banyak menawarkan lowongan meliputi otomotif, perhotelan, kuliner, jasa, hingga ritel.





