Vance Diragukan Trump Jadi Penerusnya

oleh -9 Dilihat
Vance Diragukan Trump Jadi Penerusnya

KabarDermayu.com – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan meragukan kapasitas Wakil Presiden JD Vance sebagai calon penerusnya. Trump secara berkala meminta masukan mengenai Vance maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Informasi ini diungkapkan oleh The New York Times (NYT) pada Sabtu, 30 Mei, mengutip beberapa sumber yang mengetahui hal tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa pada awal Mei, Trump sempat bertanya kepada beberapa tamunya dalam sebuah acara mengenai siapa yang paling layak menjadi kandidat presiden.

Namun, surat kabar tersebut mengindikasikan bahwa Trump belum menunjukkan dukungan tegas kepada kedua tokoh tersebut. Dikutip dari Sputnik pada Minggu, 31 Mei 2026, NYT melaporkan bahwa saat melakukan jajak pendapat pribadi mengenai Vance dan Rubio, Trump sering kali membandingkan kinerja Vance dengan pencapaiannya sendiri.

Baca juga: Rupiah Melemah: Wamen Ni Luh Ungkap Potensi Daya Tarik Pariwisata RI

Trump juga berulang kali menyampaikan kepada para pendukungnya bahwa Vance belum pernah memenangkan pemilihan umum yang kompetitif tanpa adanya bantuan darinya. Ia juga menyinggung jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden, kontras dengan dirinya yang disebut jarang mengambil liburan.

Menurut laporan NYT, Trump juga menyoroti beberapa momen ketika Vance dianggap bertindak kurang sesuai dengan posisinya. Presiden AS itu disebut pernah mengungkit insiden pada musim semi tahun lalu, di mana Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih.

Dalam berbagai pertemuan, Vance juga dilaporkan kerap terlihat menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya. Laporan tersebut menyatakan bahwa meskipun Trump aktif mengunggah pesan di Truth Social, ia tidak menghabiskan waktu untuk menanggapi pengguna lain di media sosial.

Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, bahkan baru-baru ini menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial. Saran ini diberikan karena Wiles menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatan yang diemban Vance, demikian menurut sumber yang dikutip NYT.

Meskipun demikian, orang-orang terdekat Trump dan Vance masih meyakini bahwa wakil presiden tersebut adalah sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump, demikian tulis surat kabar itu. Partai Republik harus segera menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden pada November 2028.

Hal ini dikarenakan Trump tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan ketentuan Konstitusi Amerika Serikat. Trump sebelumnya telah menyebutkan bahwa Partai Republik memiliki sejumlah calon potensial untuk menggantikannya. Beberapa nama yang disebut termasuk JD Vance, Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.