Harga Pertamax Naik, Bahlil Jelaskan Penyesuaian dengan Harga Pasar

oleh -12 Dilihat
Harga Pertamax Naik, Bahlil Jelaskan Penyesuaian dengan Harga Pasar

KabarDermayu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Menurut Bahlil, penyesuaian harga ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika harga pasar yang berlaku.

“Sementara harga yang non subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Bahlil menekankan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini telah melalui perhitungan yang cermat oleh Pertamina maupun pelaku usaha swasta lainnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan kenaikan harga ini tidak akan berdampak pada BBM maupun elpiji yang bersubsidi.

“Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk subsidi maupun elpiji itu tidak ada perubahan sama sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan penyesuaian harga untuk produk Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

Berdasarkan siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta pada Selasa, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) kini dijual seharga Rp17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan sesuai dengan formula harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut Pertamina, keputusan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diambil setelah berkoordinasi dengan pemerintah selaku regulator. Proses ini juga mempertimbangkan mekanisme evaluasi berkala, termasuk perkembangan harga minyak dunia dan kondisi harga pasar secara keekonomian.

Roberth menambahkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” jelasnya.

Perusahaan juga memberikan jaminan terkait ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Indonesia.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” tegasnya.

Pertamina juga mengklarifikasi bahwa harga produk bahan bakar lainnya, selain Pertamax dan Pertamax Green, tidak mengalami kenaikan.

Adapun harga produk bahan bakar nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di angka Rp20.750 per liter. Dexlite (CN 51) masih dijual seharga Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) dibanderol Rp24.800 per liter.

Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite masih dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.