Film Pesta Babi Berujung Laporan Polisi, Tim Produksi Pertanyakan Sikap Mama Sinta

oleh -4 Dilihat
Film Pesta Babi Berujung Laporan Polisi, Tim Produksi Pertanyakan Sikap Mama Sinta

KabarDermayu.com – Polemik seputar film dokumenter “Pesta Babi” terus memanas. Kali ini, tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, yang dikenal sebagai Mama Sinta, telah resmi melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya.

Langkah hukum ini diambil setelah munculnya video pernyataan Mama Sinta yang beredar pada 23 Mei 2026. Laporan tersebut kemudian teregister di Polda Metro Jaya pada 29 Mei 2026 dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Menanggapi situasi ini, Tim Kolaborasi Film Pesta Babi akhirnya menyampaikan sikap resmi mereka. Tim yang terdiri dari Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc ini menyatakan menghormati langkah hukum yang ditempuh oleh Mama Sinta.

Namun, mereka juga mengaku masih berusaha memahami alasan di balik perubahan sikap yang ditunjukkan oleh tokoh adat tersebut. Tim kolaborasi menegaskan bahwa Mama Sinta selama ini dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Malind.

“Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung,” demikian kutipan dari keterangan resmi Tim Kolaborasi Pesta Babi yang dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026.

Tim kolaborasi berharap agar publik tidak terburu-buru menghakimi atau menyudutkan Mama Sinta terkait laporan polisi yang dibuatnya. Sebaliknya, mereka berupaya untuk memahami situasi yang dihadapi Mama Sinta.

Baca juga: Timnas Indonesia U-19: Respons Nova Arianto Usai Hancurkan Myanmar

Di sisi lain, Tim Kolaborasi Film Pesta Babi berharap perhatian publik tidak hanya terfokus pada polemik hukum yang sedang berkembang. Mereka ingin agar isu-isu penting yang diangkat dalam perjuangan masyarakat adat di Papua juga mendapatkan perhatian yang layak.

“Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua,” ujar mereka dalam keterangan tersebut.

Sebelumnya, Mama Sinta secara resmi membawa persoalan film dokumenter “Pesta Babi” ke ranah hukum. Laporan tersebut ditujukan kepada Ketua LBH Merauke berinisial JTW, yang diduga menampilkan wajah dan dirinya dalam film tanpa izin.

Kuasa hukum Mama Sinta, TS Hamonangan Daulay, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut ditujukan kepada individu yang menjabat sebagai Ketua LBH Merauke, dengan inisial JTW. Hal ini disampaikan oleh Daulay pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut Daulay, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap hak perlindungan dan kerahasiaan pribadi Mama Sinta melalui pemutaran film dokumenter tersebut. Ia menyatakan bahwa tujuan pelaporan ini adalah untuk menjaga kerahasiaan Mama Sinta.

Daulay menambahkan bahwa detail lebih lanjut mengenai alasan pelaporan akan disampaikan melalui rilis resmi dari Polda Metro Jaya, karena persoalan ini sudah masuk ke pokok perkara.