Ketahanan Energi Indonesia Peringkat Dua Dunia, DPR Apresiasi Arah Kebijakan dan Implementasi

by -3 Views
Ketahanan Energi Indonesia Peringkat Dua Dunia, DPR Apresiasi Arah Kebijakan dan Implementasi

KabarDermayu.com – Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi atas kemampuannya dalam menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, yang menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara terkuat di dunia dalam sektor energi.

Penilaian ini semakin diperkuat oleh lembaga internasional terkemuka, JP Morgan, yang menempatkan Indonesia pada peringkat kedua global untuk ketahanan energi. Peringkat ini mencerminkan kekuatan fundamental sistem energi nasional dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Bambang Patijaya menilai bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari arah kebijakan strategis yang konsisten dari Presiden Prabowo Subianto. Sektor energi memang diposisikan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa.

Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam menerjemahkan arahan kebijakan presiden menjadi implementasi konkret. Berbagai kebijakan strategis di sektor energi telah berhasil dijalankan.

“Kami mengapresiasi capaian ini sebagai bukti bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mampu menerjemahkan arahan kebijakan Presiden Prabowo dalam sektor energi, sehingga Indonesia dapat menempati peringkat ke-2 dunia dalam ketahanan energi,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 24 April 2026.

Ia menambahkan, pencapaian ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan energi yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Berbagai langkah strategis, seperti penguatan sektor hulu migas, pembangunan infrastruktur kilang, serta percepatan hilirisasi dan diversifikasi energi, telah memberikan kontribusi signifikan.

“Dengan arah kebijakan yang jelas dan implementasi yang konsisten, kami optimistis ketahanan energi Indonesia akan semakin kokoh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global ke depan,” tuturnya optimis.

Baca juga di sini: Badan Maritim Internasional Mengecam Penyitaan Kapal AS-Iran di Selat Hormuz

Laporan terbaru dari JP Morgan Asset Management, berjudul “Eye on the Market: Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026”, yang dirilis pada 21 Maret 2026, menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam hal ketahanan energi. Peringkat ini mengungguli negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat.

Studi tersebut menganalisis 52 negara yang berkontribusi pada 82 persen konsumsi energi dunia. Indikator utama yang digunakan adalah total insulation factor, sebuah ukuran komprehensif yang menilai kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan energinya dari sumber domestik.

Indonesia mencatat skor 77 persen, hanya sedikit di bawah Afrika Selatan yang meraih 79 persen, namun unggul dari Tiongkok (76 persen) dan Amerika Serikat (70 persen). Fondasi ketahanan energi Indonesia ditopang oleh dominasi energi domestik, terutama batu bara yang menyumbang sekitar 48 persen dari total konsumsi energi nasional. Gas bumi menyusul dengan 22 persen, dan energi terbarukan sebesar 7 persen.

Dalam laporan tersebut, Indonesia dikelompokkan bersama negara-negara seperti China, India, dan Afrika Selatan sebagai pihak yang paling diuntungkan dari ketersediaan batu bara domestik di tengah guncangan energi global.

Penting untuk dicatat bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi tantangan struktural. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, yang mengingatkan perlunya penyelesaian bertahap melalui penguatan sektor hulu migas.

Dewi Yustisiana mengapresiasi ketangguhan Indonesia dalam ketahanan energi, yang ia sebut sebagai capaian pemerintah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam implementasi kebijakan untuk terus memperkuat sektor energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

No More Posts Available.

No more pages to load.